Harta kami di rumah
Sebuah dipan dan lemari kayu dari kayu-kayu sisa
Dibuat oleh tangan bapakku, seorang tukang kayu
Kami tidak kaya, tapi kami tak pernah merasa miskin
Syukur, itu yang selalu bapak ajarkan
Kami tak pernah mencuri, kami tak pernah meminta-minta
Menikmati kemiskinan dengan apa adanya
Lebih tepatnya, apa tiadanya
Karena kami benar-benar tak punya apa-apa
Bahwa kami masih dipercaya hidup di dunia
Itulah harta yang paling berharga
0 Tanggapan:
Posting Komentar