NASI UNTUK BERSYUKUR

Gaplek dan Tiwul
Itulah makanan kami sehari-hari
Dimakan dengan garam, kadang juga dengan sambal
Untuk perut yang kelaparan, aku pantas berucap "nikmat sekali"

Jangan tanya nasi, terlalu mewah untuk kami
Dalam setahun hanya beberapa kali kami makan nasi
Saat idul fitri dan saat tetangga menggelar kenduri

Sekali lagi, kemiskinan mengajarkan kami apa itu syukur
Banyak orang di luar sana yang makan nasi setiap hari
Tapi enggan bersyukur karena nasi tidak istimewa bagi mereka
Tidak seperti kami yang makan nasi bisa di hitung jari

Alhamdulillah

0 Tanggapan:

Posting Komentar